Cara Pembibitan Tanaman Tembakau
- Lokasi Pembibitan
Pemilihan lokasi untuk bedengan tembakau secara umum dan berlaku untuk semua jenis tembakau, hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Pilih lahan dengan top-soil dalam (20 cm atau lebih) dan subur.
berkembangnya bibit-bibit penyakit. Jika masih banyak bongkahan tanah yang besar perlu
dipecah ulang, sehingga ukuran tanah tinggal 2-3 cm atau kurang. Jika bongkahan tanah terlalu
kecil atau terlalu lembut, tanah akan mudah mampat saat disiram air dan aerasi kedalam tanah
kurang baik. Ukuran Bedengan Selanjutnya ditetapkan ukuran bedengan 1,2m x 10m dan jarak
antar guludan 50 cm dengan cara menaikkan tanah dari bagian calon selokan. Gunakan
bantuan patok dan tali untuk memisahkan antar bedengan. Setiap 20 bedengan harus dibuatkan
saluran atau got drainase untuk membuang air hujan atau air sisa pengairan. Ukuran bedengan
1,2m x10m, memudahkan pengelolaan bedengan terutama pengawasan yang harus dilakukan
intensif.
- Jumlah benih + 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.
- Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput
- Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang. Dosis pupuk untuk setiap
meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag
- Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm
sisi Barat.
- Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga
agak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan
bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.
- Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm
dan tutup tanah tipis-tipis.
- Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.
Memilih Benih Yang Akan Disemaikan
Bibit yang ideal antara lain mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Penaburan Benih
Penyebaran benih dilakukan dengan alat penabur benih setelah benih dikecambahkan selama 36 jam dan diikuti penirisan selama delapan jam. Seluruh waktu perendaman dan penirisan memerlukan 48 jam atau sekitar dua hari. Penirisan diperlukan untuk membuang racun yang larut dalam air rendaman benih. Alat penabur benih menggunakan gembor yang disambung denganpipa penabur atau shading boom (seperti Gambar). Diameter lubang pada shading boom sekitar 1-2 mm dengan jarak 1 cm. Untuk setiap gembor volume 10 liter sebaiknya diisi 8-9 liter air, agar tidak mudah tumpah, terutama setelah diisi benih yang sedang berkecambah. Selanjutnya sambil sering digojok tetapi pelan dan disiramkan melalui shading boom ke permukaan bedengan (Gambar berikut).
- Penaburan Penyiraman bibit
Benih yang sudah ditabur perlu dijaga kelembabannya selain perlu dikenalkan pada panas
matahari langsung secara bertahap. Jadwal penyiraman seperti pada Tabel di bawah dapat digunakan sebagai pedoman. Pada umur 30 hari setelah tabur benih
penyiraman dihentikan, tetapi perlu memperhatikan keadaan tanaman. Jika bibit masih nampak dalam keadaan lemah penyiraman masih perlu ditambah.
- Atap Bedengan
Atap bedengan dari bahan plastik pudar yang diberi kerangka dari bambu yang dilengkungkan paling murah dan bentuk bedengan seperti Gambar di bawah. Tutup dari bahan plastic polypropylene tebal 0,1-0,2 mm cukup baik, dibentuk setengah lingkaran dengan kerangka bambu cukup baik. Pemasangan tutup plastik untuk setiap bedengan dimulai dengan mengikat pada bagian pojok dari plastik pada pojok kerangka, kemudian di bagian tengah. Ikatan harus mudah dibuka dan dilipat ke tengah atau digeser kearah punggung kerangka bedengan. Tutup bedengan yang berbentuk bulat memanjang menutup bedengan sampai jarak 10-15 cm dari tanah. Pengendalian hama dan penyakit Pada hari ketiga atau keempat benih mulai tumbuh. Mulsa dari jerami harus segera disingkirkan. Bibit yang masih berada pada awal pertumbuhan, perlu diperiksa saksama setiap saat, apakah ada gejala serangan penyakit seperti bibit yang kecil, ”londod” dan berair karena serangan bakteri atau jamur, atau putus dimakan semut dan lain-lain. Bibit terserang penyakit, perlu dicabut dan membuang beserta sebagian tanah dibawahnya dan diikuti penyemprotan fungisida yang sudah disiapkan. Untuk menghindari semut, dipinggir bedengan dapat diberi campuran dedak dicampur gula. Jika sudah terserang semut perlu segera disemprot dengan insektisida. Rumput yang mulai tumbuh segera dicabut, sisa-sisa potongan rumput dan lain-lain segera diambil dan dibuang jauh dari kawasan bedengan. Pengendalian penyakit di bedengan seperti diuraikan diatas dapat menggunakan pestisida dan cara aplikasi sebagaimana tabel dibawah. Pestisida yang digunakan harus sesuai ketentuan GAP (Good Agricultural Practices) yaitu menghindari pestisida yang menyebabkan residu pada daun tembakah, seperti halnya pestisida yang mengandung bahan aktif Carbendazim maupun turunannya.Demikian juga penyemprot harus menggunakan pakaian yang aman terutama masker, agar pernafasan tidak terganggu oleh gas beracun dari pestisida. Sebelum memegang bibit, tangan harus dicuci dengan ditergen.
- Kliping
Kliping adalah kegiatan memotong sebagian daun bibit tembakau (Gambar di bawah) setelah daun mencapai luasan tertentu. Luas yang dipotong 50-75 % dari
luas daun. Kliping mempunyai tujuan sebagai berikut :
Bibit Yang Memenuhi Syarat
Penyiraman bibit
Benih yang sudah ditabur perlu dijaga kelembabannya selain perlu dikenalkan pada panas matahari langsung secara bertahap. Jadwal penyiraman seperti pada Tabel di bawah dapat digunakan sebagai pedoman. Pada umur 30 hari setelah tabur benih penyiraman dihentikan, tetapi perlu memperhatikan keadaan tanaman. Jika bibit masih nampak dalam keadaan lemah penyiraman masih perlu ditambah.
Cara Pengolahan Media Tanam Tembakau
- Lahan dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma
- Lahan diberi pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan + 1 minggu
- Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah
membujur antara timur dan barat.
- Lakukan pengapuran jika tanah masam
- Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm.
Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.
Cara Penanaman Tembakau
- Tugal tanah dengan kedalaman 5-10 cm dengan alat tugal yang terbuat dari kayu
- Benamkan bibit sedalam leher akar
- Padatkan tanah disekitar bibit dengan cara menekan dengan jari dan hati-hati batang tembakau
patah sebeb sangat lumak.
- Waktu tanam yang baik pada pagi hari atau sore hari.
http://hilmialfiandi.blogspot.com/2013/07/cara-budidaya-tanaman-tembakau-dan.html
http://disbun.jatimprov.go.id/pustaka/phocadownload/Budidaya%20Tembakau%20Virginia.pdf